PONOROGO, Jawa Timur – Sabtu (1/8/2026) — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Almarhumah Tugiem Arsyad setelah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi saat dalam perjalanan dari Magetan menuju Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Peristiwa tragis tersebut langsung mengubah agenda sejumlah tokoh. Bupati Raja Ampat memutuskan membatalkan seluruh agenda kunjungan kerja ke Bali setelah menerima kabar wafatnya orang tua mertuanya. Keputusan tersebut diambil untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendampingi keluarga besar yang sedang berduka.
Di saat yang bersamaan, Adv. Ronal Efendi, yang lebih dikenal dengan nama Raka Mahendra Efendi, segera bertolak dari Jakarta menuju Ponorogo. Raka yang merupakan Ketua Mahkamah Etik Advokat Federasi Advokat Muda Indonesia (FERADMI) sekaligus Pendiri Universitas Pranaja Indonesia, tiba di rumah duka sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung bergabung bersama keluarga dalam prosesi penghormatan terakhir.
Pantauan di lokasi menunjukkan rumah duka dipenuhi keluarga besar, kerabat, tokoh masyarakat, sahabat, serta para pelayat yang datang dari berbagai daerah untuk menyampaikan belasungkawa dan doa kepada Almarhumah Tugiem Arsyad. Suasana haru menyelimuti rumah duka sepanjang sore hingga malam hari.
Kehadiran Bupati Raja Ampat dan Raka Mahendra Efendi menjadi perhatian masyarakat. Di tengah duka yang mendalam, keluarga berharap proses penyelidikan atas kecelakaan tersebut dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam keterangannya kepada awak media, Adv. Ronal Efendi (Raka Mahendra Efendi) meminta pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut untuk segera menyerahkan diri dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum.
"Kami meminta kepada siapa pun yang diduga terlibat dalam peristiwa kecelakaan ini agar segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jangan lari dari tanggung jawab. Kami percaya aparat penegak hukum akan bekerja secara profesional, transparan, dan berkeadilan," tegas Ronal Efendi.
Ronal juga menegaskan bahwa keluarga akan mengawal proses hukum hingga tuntas dan akan memberikan dukungan penuh kepada aparat dalam mengungkap fakta-fakta di balik peristiwa tersebut.
"Kami akan menggunakan seluruh sumber daya yang kami miliki untuk membantu menemukan pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa ini. Namun seluruh langkah yang kami tempuh akan tetap berada dalam koridor hukum dan menghormati asas praduga tak bersalah. Kami berharap siapa pun yang mengetahui informasi terkait kejadian ini segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian," ujar Raka Mahendra Efendi.
Ia menambahkan bahwa keluarga besar tidak menginginkan adanya spekulasi di tengah masyarakat. Yang diharapkan adalah proses hukum berjalan secara objektif sehingga penyebab kecelakaan dapat terungkap secara jelas dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Hingga Sabtu malam, rumah duka masih dipadati pelayat yang terus berdatangan. Prosesi pemakaman sedang dipersiapkan oleh keluarga sesuai dengan kesepakatan dan adat yang berlaku.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta alat bukti untuk mengungkap kronologi kecelakaan. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka atau dinyatakan bertanggung jawab secara hukum atas peristiwa tersebut.
Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik mengingat peristiwa tersebut tidak hanya membawa duka bagi keluarga besar Almarhumah Tugiem Arsyad, tetapi juga berdampak pada agenda resmi Bupati Raja Ampat dan mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat. Redaksi akan terus mengikuti perkembangan penyelidikan dan menyampaikan informasi terbaru setelah ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
